Hubungan Jarak Jauh dan Resikonya

Saturday, July 19th, 2014 - Fase Hubungan, LDR, Pria, Tips Tentang Cinta, Wanita

Banyak hal yang menyebabkan pasangan kekasih terpaksa menjalin hubungan jarak jauh atau istilah kerennya Long Distance Relationship (LDR). Entah karena berdomisili didaerah berbeda, alasan pekerjaan, atau hal lain sehingga hubungan terpaksa terpisah jarak dan waktu. Ketika terpaksa menjalani pacaran jarak jauh sudah pasti rasa kesepian hinggap di hati kita, paling tidak ada sesuatu yang teramat penting hilang dari diri kita, termasuk hilangnya perhatian dari orang yang kita cintai. Bisa jadi pacaran jarak jauh adalah ujian kesetiaan yang sebenarnya sebab ketika kita jauh dari pasangan akan banyak sekali cobaan yang datang termasuk salah satunya perselingkuhan.

Menjalin Hubungan Jarak Jauh Dan Resikonya

Jika kita tipikal orang yang setia mungkin kita tidak akan berselingkuh sebab kita sangat menyayangi pasangan meski tak bisa selalu dekat. Namun yang patut dipertanyakan adalah jika kita setia, apakah pasangan kita disana juga mampu setia seperti kita sehingga hubungan tetap berjalan mulus meski terpisah jarak yang begitu jauh? Sepertinya pertanyaan tersebut tidak butuh jawaban, karena kita sangat tahu pacaran jarak jauh mudah sekali berakhir dengan banyak alasan, terutama sudah tak tahan hidup tanpa cinta yang nyata.

Tips Pacaran Jarak Jauh

Long distance tak lantas selalu membuat kita atau pasangan kita berselingkuh. Jika kita mau bijak maka hubungan jarak jauh merupakan cobaan dari Tuhan untuk menguji sejauh mana kesetiaan kita pada pasangan. Berikut ini beberapa tips khusus bagi kita yang menjalin pacaran jarak jauh sehingga hubungan tetap langgeng dan tentunya tanpa dibumbui perselingkuhan.

1. Sabar dan Percaya
Yang paling penting dari hubungan jarak jauh adalah komitmen. Pertemuan atau sekedar komunikasi yang menjadi hal langka, sebaiknya kita isi dengan aktivitas menyenangkan dengan melibatkan pasangan, sehingga hubungan tidak terasa hambar. Jika telpon, SMS, atau Video Call sudah menjadi hal biasa, kita bisa mencoba cara unik yaitu mengirim surat yang dibubuhi wewangian sehingga mengingatkan pasangan tentang kenangan yang pernah dijalani berdua.

2. Buat Peraturan
Seperti halnya komitmen, peraturan juga penting diterapkan untuk menghindari kecurigaan atau salah paham. Tidak perlu melakukan pertemuan terlalu lama, biarpun cuma sebentar yang paling penting rasa rindu sudah terobati.

3. Antisipasi Resiko
Yang namanya pacaran jarak jauh sudah pasti banyak rintangan yang menghadang termasuk kemungkinan tidak bisa bertemu dalam jangka waktu yang lama. Untuk mengantisipasi hal tersebut kita butuh teman curhat. Dalam hal ini teman curhat sangat kita butuhkan terutama jika hubungan kita harus putus.

4. Pertimbangkan Baik dan Buruknya
Tak banyak orang mampu menjalani hubungan jarak jauh dengan sempurna. Antara baik dan buruk sudah pasti banyak hal buruknya termasuk potensi perselingkuhan yang begitu besar. Jika kita merasa bahwa hal buruk lebih banyak mendominasi, sebaiknya kita pertimbangkan baik-baik apakah hubungan jarak jauh akan kita lanjutkan atau tidak. Biar bagaimanapun pacaran jarak jauh adalah masalah yang harus segera diselesaikan, jadi jalan keluar harus ditemukan secepatnya. Pada dasarnya cinta membutuhkan kesenangan bukan penderitaan terus menerus.

Pacaran Jarak Jauh Adalah Ujian Cinta

5. Prediksi Masa Depan
Biarpun statusnya pacaran jarak jauh namun perhitungan masa depan tetap harus menjadi prioritas. Artinya dengan segala rintangan yang terjadi selama menjalani pacaran jarak jauh, disitu ada misi positif yang dituju sehingga kita dan pasangan lebih bersemangat menjalaninya. Intinya entah itu jarak jauh atau tidak, sebuah hubungan membutuhkan ‘target’ yang menjanjikan sehingga kita dan pasangan tetap kuat dan sabar.

Sebenarnya kunci hubungan jarak jauh agar tetap langgeng adalah saling setia. Jika kita bisa lebih setia, pengertian, dan sabar, Tuhan pasti akan memberi jalan yang terbaik bagi kita dan pasangan.


Hubungan Jarak Jauh dan Resikonya | Raras Putri | 4.5