Tipe Pria Yang Sebaiknya Ditinggalkan

Wednesday, December 3rd, 2014 - Fase Hubungan, PDKT, Pria, Putus Cinta

Sebagai seorang wanita kita pasti menginginkan sosok pendamping hidup yang setia, pengertian, penyayang, dan bisa diandalkan dalam kondisi apapun. Tidak ada yang salah karena semua wanita termasuk kita berhak mencari pria dengan kriteria yang mungkin bisa membuat kita lebih bahagia dan terlindungi. Namun ketika kita menyadari tidak ada pria yang sempurna, atau setidaknya mampu memenuhi kriteria yang kita inginkan kadang kita lebih suka ‘pasrah’. Artinya dengan pria yang ‘seadanya’ tak jadi soal. Dalam konteks ini justru kita harus berhati-hati sebab bukan tidak mungkin dengan keputusan bernada putus asa tersebut menimbulkan penyesalan dikemudian hari. Sah-sah saja jika memang harus pilih-pilih karena dengan begitu kita lebih tahu mana tipe pria yang sebaiknya ditinggalkan dan mana tipe pria yang harus dipertahankan.

Pria Yang Sebaiknya Ditinggalkan

Oleh karena memilih pria idaman erat kaitannya dengan pendamping hidup hingga akhir hayat, maka berikut ini beberapa tipikal pria yang sebaiknya kita hindari.

1. Suka Menyakiti dan Tidak Mau Minta Maaf

Meskipun alasannya benar-benar karena mencintai kita, ingin menikahi kita, dan ingin punya anak dari kita, itu bukan berarti bisa menghapus kesalahan yang pernah dilakukan pasangan entah memukul, berbohong, selingkuh, atau kesalahan-kesalahan fatal lainnya. Sekecil apapun kesalahan yang pernah ia lakukan tidak bisa ditolelir lagi. Apalagi jika ia tidak punya itikad baik untuk minta maaf, kita harus berfikir ulang jika ingin meneruskan hubungan tersebut. Semua orang memang tidak luput dari kesalahan namun hidup kita akan jauh lebih nyaman jika antara kita dan pasangan sama-sama saling mengerti, tidak egois, dan mawas diri.

2. Tukang Selingkuh

Ada mitos yang mengatakan sekali seseorang selingkuh maka ia akan melakukannya lagi dan lagi. Anggapan tersebut memang tidak sepenuhnya benar. Namun ketika pasangan selingkuh namun demi keutuhan rumah tangga dan demi kebaikan anak-anak kita membiarkan ia terus berselingkuh, apakah kita merasa nyaman dengan hubungan semacam itu? Perceraian memang tidak dianjurkan namun jika kondisi rumah tangga sudah mengorbankan perasaan kita, boleh jadi kita meengambil keputusan bahwa pasangan kita adalah tipe pria yang sebaiknya ditinggalkan.

3. Selalu Ingin Jadi Nomor Satu

Satu hal paling sulit dalam sebuah hubungan atau pernikahan adalah dimana kita terpaksa harus mengorbankan apa yang seharusnya menjadi kepentingan kita untuk kemudian mendahulukan kepentingan pasangan. Ini yang harus kita ubah. Seorang pria yang selalu ingin dinomorsatukan setiap saat, setiap waktu, tanpa memikirkan kepentingan kita sebaiknya dikesampingkan. Sebuah hubungan entah itu pacaran atau sudah menikah adalah keseimbangan dua pihak dan rasanya menjadi tidak adil jika kita terus-terusan dijadikan babysitter-nya.

4. Penipu Kelas Wahid

Jika kita melihat, atau mencium gelagat bahwa pasangan kita adalah penipu sebaiknya kita kaji ulang hubungan tersebut. Mungkin dengan kepiawaiannya ia bisa meyakinkan bahwa ia tidak akan menipu kita. Namun kita juga harus mementingkan perasaan kita. Betapa khawatir dan takutnya kita jika sewaktu-waktu ia akan menipu atau membohongi kita.

Pria Yang Sebaiknya Dihindari

5. Workaholic Berat

Pria yang terlalu ambisius mungkin termasuk tipe pria yang sebaiknya ditinggalkan. Mengapa? Seorang pria yang berdedikasi tinggi dan selalu konsisten dengan pekerjaannya memang sosok pria yag mengagumkan. Namun bekerja tidak kenal waktu bahkan untuk sekedar makan siang dengan kita pun ia tak punya waktu, ini akan memicu masalah yang rumit kedepannya. Mungkin jika terjadi satu atau dua kali masih bisa ditolelir, namun jika ia lebih mementingkan pekerjaannya sementara kita merasa jadi orang yang tidak dianggap pada saat itulah kita harus mengambil sikap tegas, memintanya untuk berubah atau end.


Tipe Pria Yang Sebaiknya Ditinggalkan | Raras Putri | 4.5